Training for Leader 2018

Training for leader merupakan kegiatan training maupun seminar yang diberikan kepada anggota biasa HMP pada setiap tingkatannya, dalam rangka memberikan informasi terkait budaya HMP maupun pengetahuan dalam menjalankan roda kepengurusan HMP kedepannya. Training for leader diperuntukkan bagi anggota biasa angkatan 2016 dan angkatan 2017. Anggota biasa angkatan 2016 berperan sebagai angkatan yang akan segera melanjutkan tongkat kepengursan HMP. Sementara, anggota biasa angkatan 2017 berperan sebagai angkatan yang akan membersamai kakaknya yaitu angkatan 2016 untuk menjalankan tongkat kepengursan HMP. Selain itu, anggota biasa angkatan 2017 sebagai bagian baru dari HMP juga diperkenalkan lebih dalam terhadap budaya-budaya HMP.

Training for leader terdiri dari mata acara seminar, sharing session, games, dan pembagian jahim. Training for Leader diawali dengan games perkenalan bersama HMP Komisariat angkatan 2017 yang baru saja dilantik. Setelah itu dilanjutkan dengan seminar mengenai visioning HMP yang diberikan oleh Kak Alvaryan (HMP10) atau akrab disapa Kak Bohok. Pada mata acara tersebut, Kak Bohok menyampaikan bagaimana caranya memproyeksikan HMP ke depannya akan seperti apa. Walaupun setiap orang mungkin memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap HMP ke depannya akan seperti apa, harus dipahami bahwa pada akhirnya semua anggota biasa HMP akan berjalan bersama-sama untuk mencapai satu tujuan HMP.

Setelah mendengarkan seminar yang cukup serius, acara dilanjutkan dengan games. Seluruh peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan games komunikata dan mengisi TTS. Games komunikata merupakan sebuah permainan pesan berantai untuk melatih rasa percaya dan kerja sama antar anggota kelompok. Isi pesan berantai tersebut memuat kalimat yang berisikan budaya-budaya di HMP seperti:

“Pinthor pusing pikirin hearing sampai keriting”

“Calon komandan lapangan ikut sekolah komandan lapangan agar ketika di lapangan tidak salah tanggap”

Hearing dan sekolah komandan lapangan merupakan budaya HMP. Masih banyak pula budaya HMP lainnya seperti pelantikan ALB, kajian, dan arak-arakan. Games kedua adalah mengisi TTS. Clue yang diberikan untuk mengisi TTS tersebut merupakan kegiatan, program kerja, divisi, atau budaya HMP.

Acara dilanjutkan dengan sharing session bersama badan pengurus HMP Dekat. Terdapat lima lingkaran yaitu lingkaran kesekjenan dan ketua himpunan, kesenatoran, PMSDA, internal, dan eksternal. Peserta dibebaskan untuk memilih lingkaran yang ia minati. Pada setiap lingkaran, peserta juga dibebaskan untuk bertanya apa saja yang ingin diketahui dari bidang terkait.

Bagian yang cukup penting dari kegiatan ini adalah penanaman insepsi kakak adik. Angkatan 2016 harus paham bahwa kepengurusan yang akan mereka jalankan tidak semata-mata membutuhkan angkatan 2016 saja, tetapi juga sangat membutuhkan keterlibatan angkatan 2017. Sebaliknya, angkatan 2017 pun harus paham bahwa mereka tidak akan dibiarkan belajar sendiri selama setahun ke depan, tetapi ada kakak yang akan mendampinginya yaitu angkatan 2016. Kak Sita (HMP14) menceritakan pengalamannya saat pertama kali masuk HMP, mulai berkegiatan di HMP sebagai adik, mempunyai pandangan tersendiri terhadap seorang kakak yang saat itu mendampinginya, hingga akhirnya menjadi seorang kakak dan membimbing adik-adiknya.

Mata acara berikutnya sekaligus menjadi penutup Training for Leader adalah pembagian jahim oleh ketua himpunan untuk angkatan 2017. Pembagian jahim ini dilaksanakan di akhir acara sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan mereka yang sudah mengikuti acaranya dari awal hingga akhir. Training for Leader merupakan bentuk kaderisasi formal setelah MPAB. Melalui pembagian jahim ini, ditekankan bahwa jahim bukan semata-mata barang yang bisa didapatkan dengan membayar nominal tertentu, tetapi juga ada kewajiban yang harus dilakukan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *