Mari Kita Sambangi Semarang dan Jogja
Markisa, Asam dan Manis Buah Markisa Mewarnai Perjalanan HMP PL ITB

MARKISA adalah proker kolaborasi antara Divisi Hubungan Luar dan Divisi Keprofesian HMP-PL tahun 2016. Acara kunjungan instansi yang berlangsung selama 4 hari 3 malam ini dilaksanakan pada 22-25 Mei. Rombongan warga HMP berangkat hari Minggu (22 Mei) pukul 8 malam. Terjadi keterlambatan sehingga tiba di kota Semarang tidak tepat waktu. Meskipun demikian, HMTP tetap menyambut kami dengan antusias dan hangat di gedung program studi PWK Undip.

Pada sesi pertama, dibuka dengan perkenalan dari beberapa dosen yang mengajar di PWK Undip. Dalam kunjungan kali ini, terdapat tiga orang pemateri, yaitu seorang dosen PWK Undip dan dua orang perwakilan dari dua komunitas yang berada di Kota Semarang. Pemateri yang pertama adalah Dr. Fadjar M., yang memberikan materi mengenai “Trend Urbanisasi di Indonesia: Kecenderungan Perkembangan kota besar dan kota Kecil di Wilayah Indonesia”. Beliau menjelaskan bahwa fenomena kependudukan yang padat di kota-kota besar di Indonesia dan kota-kota kecil di wilayah kabupaten dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah penduduk, sulitnya mendapat kesempatan bekerja, dan aktivitas perkotaan yang ditunjang oleh adanya kelengkapan fasilitas. Menurut beliau, faktor-faktor yang seperti demikian harus terus ditangani oleh Pemerintah agar perkembangan kota maupun desa dapat diminimalisir dampak ketimpangannya.

Selanjutnya, pemateri kedua berasal dari komunitas pejalan kaki atau biasa disebut KPKS (Koalisi Pejalan Kaki Kota Semarang). Ibu Theresia Tarigan merupakan koordinator kelompok pejuang hak-hak pejalan kaki di Indonesia. Beliau berbagi pengalaman tentang bagaimana KPKS menyuarakan betapa pentinganya hak pejalan kaki di trotoar dan pentingnya bermobilisasi dengan berjalan kaki untuk mengurangi masalah kemacetan lalu lintas yang juga baik untuk kesehatan. Pemateri terakhir yaitu Octaviano B. yang menjelaskan beberapa hal mengenai program dan kegiatan yang dilakukan oleh komunitasnya, yaitu Peka Kota. Salah satu program yang hinga saat ini dijalankan oleh Peka Kota merupakan komunitas yang melanjutkan segitiga pengumpulan-ditribusi-pemanfaatan pengetahuan warga.

Pada sesi kedua HMTP Undip dan HMP PL ITB melakukan sharing session mengenai himpunan masing-masing. Pertama-tama kedua himpunan memberikan video perkenalan mengenai Badan Pengurus (BP) dan Program Kerja disetiap bidangnya. Lalu, masing-masing Ketua Himpunan memperkenalkan BPnya secara langsung. Tidak lupa, pada sesi ini juga diadakan sesi tanya jawab untuk mengenal lebih jauh masing-masing himpunan.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Yogya, kami jalan-jalan di Kota Semarang. Kami pergi ke Kota Lama untuk melihat bangunan tua yang unik dan membeli oleh-oleh khas Semarang. Kemudian, di malam harinya kami menikmati keramaian dan keindahan Kota Semarang  di Simpang Lima dengan mencicipi hidangan makan malam khas Semarang.

Pada hari ketiga, instansi yang kami kunjungi adalah Sekretariat Bersama Kartamantul. Sekber Kartamantul merupakan instansi yang menaungi kerjasama lintas Kabupaten/ Kota yang fokus dalam pengelolaan sarana prasarana perkotaan Kawasan Perkotaan Yogyakata (YKP) yang meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Sarana dan prasarana perkotaan yang menjadi lingkup kerja dalam Sekber Kartamantul yaitu jalan, drainase, transportasi, air bersih, air limbah, serta persampahan.  Sekber Kartamantul mempunyai fungsi utama sebagai forum koordinasi perencanaan, penyusunan program, pelaksanaan fisik, operasi pemeliharaan serta monitoring dan evaluasi bidang kerjasama. Adapun peran perencana dalam instansi ini antara lain penyusunan program, perumusan kebijakan, monitoring dan evaluasi.

Kami memanfaatkan hari terakhir perjalanan untuk melakukan kunjungan sekaligus berjalan-jalan. Kami berjalan-jalan di Malioboro dan sekitarnya. Di sini kami berburu oleh-oleh khas Yogya sebelum akhirnya kami kembali ke Bandung.

Sama seperti saat keberangkatan, perjalanan pulang pun tidak mulus, tidak seperti yang diharapkan. Pada saat perjalanan pulang, bis kami mogok dan menyebabkan kami menunggu dan melanjutkan perjalanan dari Garut menggunakan Elf. Namun, hal tersebut tidak mengapa. Sama seperti buah markisa, perjalanan tidak akan seterusnya manis dan tentu ada saja hal yang membuat tidak menyenangkan. Akan tetapi, semuanya akan terasa manis bila dilakukan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *